Selasa, 10 April 2012

Penerapan Teknologi 3G di Indonesia

Selamat datang teknologi Generasi Ke-3 (3G) di Indonesia. Teknologi ini memungkinkan user untuk saling bertukar data dan informasi dalam bentuk voice, gambar, video secara bersamaan dengan kecepatan yang cukup tinggi dibanding generasi sebelumnya. Saat ini kita sudah menikmati teknologi 2G yang biasa diterapkan dalam pengiriman pesan singkat atau SMS dan teknologi 2.5G pada GPRS dan UMTS


.
Sejak pertengahan tahun 2003 pemerintah mulai membuka tender lisensi 3G walau tanpa publikasi dan konsultasi public terlebih dahulu. Saat ini sudah ada beberapa operator seluler di Indonesia yang mulai menawarkan produk 3G-nya seperti XL dan Telkomsel. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah apakah Indonesia benar-benar membutuhkan teknologi telekomunikasi canggih ini ? Siapa saja sich yang memerlukan teknologi ini ? Berapa banyak jumlah mereka ? Bagi operator sendiri apakah pasarnya cukup feasible ? Dan masih banyak pertanyaan lain yang harus dijawab.
Nada pesimis muncul, akankah kehadiran 3G di Indonesia sukses ? ada beberapa alasan yang melatarbelakangi pertanyaan ini, diantaranya:
  1. Pemerintah terkesan tiba-tiba membuka tender lisensi 3G pada pertengahan tahun 2003 tanpa publikasi yang cukup dan konsultasi public, padahal seharusnya pemerintah mencari masukan dahulu dari masyarakat agar dipertimbangkan oleh regulator dan akhirnya menjadi kebijakan Negara.
  2. Indonesia mungkin belum saatnya memakai teknologi telepon seluler 3G, Singapura saja sempat menunda implementasi 3G karena membutuhkan investasi yang mahal.
  3. Untuk menikmati teknologi ini dibutuhkan handset yang harganya lebih mahal bagi mayoritas pengguna seluler di Indonesia yang saat ini banyak memakai handset tipe low-end.
  4. Data menunjukkan 70-85% pemasukan operator berasal dari voice, 10-25% berasal dari SMS, sisanya data serta content masih dibawah 5%. Artinya banyak pelanggan yang sudah cukup puas dengan voice dan SMS, mereka tidak membutuhkan aplikasi multimedia yang ba..bi..bu..be..bo. MMS yang terkirim dalam sehari saja baru mencapai angka 20ribuan, sangat jauh dari jumlah SMS. Entah kapan jumlah MMS akan menyamai jumlah SMS.
  5. Yang paling penting adalah soal tarif. Semakin tinggi teknologinya maka semakin mahal tarifnya. Disini banyak pengguna yang berpikir ulang soal biaya yang akan dikeluarkannya.
Lalu, kenapa para operator tetap optimis menerapkan 3G di Indonesia ? Bahkan mereka saling bersaing dan saling mengklaim 3G-nya yang pertama dan tercepat di Indonesia. Mereka tentu sudah punya hitung-hitungan bisnis. Para kaum yang optimis dengan penerapan 3G di Indonesia mempunyai alasan sendiri perlunya 3G di Indonesia. Pertamax, melihat suksesnya DoCoMo di Jepang menerapkan 3G, tapi sebenarnya sukses DoCoMo didukung oleh kebiasaan membaca dan mobilitas masyarakat Jepang yang tinggi. Kedua, Bagi sebagian orang suara dan teks saja tidak cukup, orang membutuhkan gambar dan berbagai paket informasi dan hiburan yang sekaligus menampilkan ketiganya, suara, teks, dan gambar. Ketiga, kebanyakan masyarakat kita senang mengikuti trend gaya hidup baru (walaupun mungkin tidak terlalu dibutuhkan)
Apa yang Anda dapat dari Teknologi 3G ?
Teknologi 3G memungkinkan kita untuk saling bertukar informasi dalam bentuk teks, suara, gambar, dan video live secara cepat sehingga seperti tidak ada jarak antar penggunanya. Bisa dibilang teknologi membuat dunia terasa semakin sempit…pit…pit.
Dengan 3G kita bisa melakukan aplikasi mulai dari mobile internet berkecepatan tinggi hingga 2 Mbps, location-based service, mobile shopping, multi-party video conference, video streaming, click2dial, unified electronic mail, hingga MP3 mobile downloading.

0 komentar:

Posting Komentar